Powered by Blogger.

Heartbeads

    • Creativity
    • Make Up
    • Skin Care
    • Mamahood
    • Travel

    Kalau kita sedang berpergian naik pesawat, mungkin kita sering mendengar tangisan bayi yang sedang rewel kan? Itu wajar banget, karena saat kita terbang, ada yang membuat tubuh kita ga nyaman karena tekanan udara yang berubah dari ketinggian. Hal ini juga pastinya dialami sang bayi yang juga merasa ga nyaman, jadi bayi gampang nangis dan rewel selama penerbangan. 

    Syukurnya, sudah 3 kali aku membawa Evan traveling dengan pesawat, bahkan liburan kemarin ini aku berduaan aja sama Evan naik pesawat, anaknya ga rewel. Ya masih short flight sih, ke Jogja dan Bali. Tapi mungkin beberapa tips ini bisa dilakukan saat short flight maupun long flight supaya anak ga gampang rewel di pesawat. 
    • Sebisa mungkin memilih jadwal penerbangan pada saat jam tidur anak.
    • Beri makanan/minuman sesaat setelah pesawat take off dan sebelum landing. Jika umur bayi <6 bulan, tawari untuk menyusui/minum sufor. Jika umur bayi sudah >6 bulan, bawa makanan/cemilan favorit si kecil. Hal ini untuk mengurangi rasa sakit di telinga yang disebabkan perubahan tekanan udara dan cara untuk mencegah sakit telinganya adalah dengan membiarkannya menelan sesering mungkin.
    • Sesuai informasi dari DSA aku, jika hanya menggunakan penutup telinga bayi/ear plug/ear muffs, TIDAK CUKUP untuk mencegah telinga sakit. Tapi fungsi utamanya lebih kepada sebagai peredam kebisingan. Di dalam pesawat kan pastinya ada suara bising yang mungkin bisa mengagetkan bayi, misalnya pada saat announcement, atau suara mesin pesawat.
    • Memilih kursi di paling depan, karena kursi pesawat di area depan biasa agak sedikit lega dan jika anak mulai rewel, kita bebas untuk mondar mandir tanpa mengganggu penumpang lainnya jika mau menggendong anak kita.
    • Nah untuk long flight, bisa memesan bassinet untuk kenyamanan tidurnya. Jangan lupa setelah memesan tiket, segera hubungi ke maskapai penerbangan untuk menyewa bassinet, karena setiap maskapai menyediakan bassinet dengan jumlah yang terbatas. Bisa ditanyakan terlebih dahulu berapa berat badan maksimal supaya bisa menggunakan bassinet.
    • Bawa mainan/buku kesukaannya. Sebisa mungkin kasih aktivitas dan interaksi supaya ga bosan. Atau jika nantinya sudah bosan dengan mainannya, bisa mengeksplor di sekitar kursi pesawat, misalnya remote TV, seat belt, headset, atau jendela. Tapi pastinya tetap dalam pengawasan ya. Bisa juga digendong sebentar sambil melihat-lihat area sekitar dalam pesawat.
    • Masuk ke dalam pesawat pada saat sudah last call. Jika sudah masuk pesawat dari awal, pastinya masih ribet dengan antrian penumpang lain yang mencari nomor kursi dan menyimpan bagasi di cabin. Hitung-hitung biar mengurangi sedikit waktu supaya ga makin bosan di dalam pesawat.
    • Untuk baju bayi juga jangan terlalu tertutup semua, karena ga semua AC penerbangan dingin. Vice versa aja, kalau atasannya tangan panjang, celananya agak pendek, dan sebaliknya. Jangan lupa juga sediakan jaket/selimut jika sewaktu-waktu suhu di dalam pesawat dingin. 
    • Siap sedia obat-obatan dan termometer di bagasi cabin, jikalau anak mendadak sakit, bisa diatasi segera.
    • Orang tua sebisa mungkin ga panik saat anak rewel. Jika kita ikutan cranky, anak bakalan makin cranky :) Pastinya ada penyebab kenapa anak cranky di pesawat dan kita pun bisa mencari tahu dalam keadaan tenang.
    Kalau ada tips lain yang manjur juga, monggo lho ditambahkan di kolom komentar ;)
    Semoga bermanfaat ya, dan kalau sudah pernah kejadian rewel, jangan kapok traveling sama si kecil :D

    Thank you for reading. Have a great day!

    Xoxo,



    Continue Reading

    Mungkin belum terlambat kalau kuucapkan Selamat Tahun Baru 2019! Semoga semua impian dan resolusi yang dicita-citakan bisa tercapai ya, dan kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Amin!

    Karena masih kerasa hawa liburan, aku mau sharing informasi tempat penginapan sewaktu aku pergi traveling dengan keluarga kecilku di Bali. Rasanya menginap 4 hari 3 malam di Amnaya Kuta Bali berasa cepet banget, karena cukup puas.

    Amnaya Kuta Bali ini letaknya cukup dekat dengan Pantai Kuta. Yang sering berpergian ke Bali pasti tahu dong kalau Kuta tuh kawasannya selalu ramai. Tapi letak hotel ini masuk di jalan yang ga terlalu besar dan agak masuk ke dalam, jadi tidak terlalu berisik bunyi kendaraan dan ga banyak mobil yang lalu lalang, gangnya persis di sebelah Waterboom Kuta Bali. Meskipun letak hotelnya juga agak dalam, ternyata hotel ini cukup besar. Lokasinya juga hanya 15 menit dari Bandara I Gusti Ngurah Rai, jadi ga perlu tergesa-gesa banget karena jarak ke bandara cukup dekat.






    Pelayanannya super ramah dan very welcome. Saat kami datang dan menunggu di resepsionis untuk check-in, kami disuguhkan teh sereh dan handuk basah untuk membersikan tangan/ wajah biar fresh. Karena kamar masih dibersihkan, kami diperolehkan untuk menunggu di ruang mini gallery yang berisi sofa besar dan buah tangan yang dijual seperti sabun dan keranjang anyaman. Sembari menunggu, aku juga sambil jalan-jalan ke arah restoran dan kolam renang. Kolam renangnya memang ga terlalu besar, tapi di area pojok anak kolam khusus untuk anak-anak. 

    Kamar yang kami pesan adalah tipe Grand Deluxe termasuk breakfast. Kamarnya cukup luas untuk kami bertiga, tersedia bathtub dan teras depan untuk duduk santai, dan pemandangannya langsung ke atas kolam renang. Banyak complementary yang disediakan, ada sabun dan shampoo natural yang wanginya enak banget, buah-buahan, sandal kamar, toiletries lainnya, bahkan setiap harinya ada complementary tambahan. Waktu kemarin aku dapat lilin dan coklat Monggo! :D







    Breakfast yang disediakan juga bukan prasmanan seperti pada umumnya. Kita tinggal duduk cantik dan pesan secara a la carte, tapi lengkap. Ada appetizer, main course, dessert, roti, minuman bisa pilih 2 jenis. Makanan yang disediakan juga campur ada western dan Indonesian food, tapi memang kebanyakan ala western. Gimana ga begah, sarapannya aja uda super kenyang hahaha. Rasanya enak-enak dan berasa banget bahan yang digunakan fresh. 

    Kalau siang-malam lapar, ga perlu takut kelaparan, karena setelah keluar gang banyak sekali kedai makanan, dan kalau mau belanja juga banyak toko, karena letak gangnya persis di seberang Discovery Mall Kuta. Ada juga toko seperti Circle K, Guardian, masih banyak lagi.

    Di hari terakhir menginap di Amnaya sebelum check-out, aku tutup dengan berendam sejenak di bathtub dengan bath foam wangi Rose yang sudah disediakan waktu Evan lagi tidur sejenak. Biarpun hanya berendam air hangat 20 menit, tapi sangat amat mewah buat ibu rumah tangga seperti aku :D







    Makanannya enak banget, pelayanannya ramah, kamarnya luas, lokasinya strategis, harga pun cukup affordable. Rasanya memang hampir sempurna. Sayang kekurangannya cuma 1 dan menurutku cukup fatal. Penempatan AC di kamar persis menghadap kasur. Kami sempat ga bisa tidur karena angin dari AC yang langsung menyorot ke badan dan wajah kami, alhasil kedinginan, padahal sudah selimutan. Kami mencoba naikkan suhunya tapi kepanasan. Jadi agak serba salah. Semoga kedepannya hal ini bisa diperhatikan pihak hotel supaya para tamu bisa tidur dengan nyaman dan sesuai standar tentunya.

    Terima kasih, Amnaya! Kami cukup berkesan menginap di tempat ini ;)

    Pastinya kalian-kalian juga punya cerita yang menyenangkan di liburan akhir tahun kemarin. Semoga kita makin bersemangat dalam berkarya di tahun 2019 ini ya!

    Thank you for reading!
    Have a good day



    Xoxo,


    Continue Reading

    Jogja.

    Selalu ada magnet untuk datang kembali ke kota ini. Rasanya ngangenin banget. Padahal baru hampir 1 tahun lalu aku liburan ke Jogja dalam rangka babymoon, malah sudah kangen dan ingin lagi. Yang tadinya bawa calon bayi di dalem perut, sekarang gendong bayinya langsung :D

    Baca juga: Babymoon : Enjoying Jogja


    Bulan Agustus kemarin selama 4 hari 3 malam aku kembali short escape ke Jogja. Kali ini pengen mencoba tempat penginapan lain. Melirik Gaia Cosmo Hotel yang aku coba googling koq kelihatan menarik dan cozy. Dan benar saja, very cozy!!!





    Dengan konsep yang modern warm, natural tapi minimalis, begitu masuk ke lobby hotel, aku langsung terasa comfort dengan hotel serba warna coklat putih ini. Di bagian depan pintu masuk terdapat mini coffee shop dengan design interior yang menarik dan bersebelahan dengan restoran. yang juga ga kalah menarik. Kemudian aku langsung ke arah resepsionis untuk check in dan disambut oleh bagian resepsionis yang ramah banget.

    Kamar yang kemarin aku pesan adalah tipe Deluxe Room with Balcony. Jadi bisa sambil duduk-duduk diluar sejenak sambil menikmati pemandangan kolam renang. Kamarnya cukup luas untuk kami 2 orang dewasa dan 1 bayi. Desain kamarnya juga simple tapi layout-nya sedikit berbeda dan ga general seperti hotel-hotel standar biasanya. Enak banget deh suasananya. Kolam renangnya memang ga terlalu besar, tapi okelah karena ada kolam renang dewasa dan anak-anak. Dikelilingi tanaman-tanaman hijau yang asri banget buat sekedar duduk-duduk santai, ngopi, ngobrol, sambil foto-foto.

    Tapi kalo soal breakfast yang disajikan, seriously, ga ada yang failed! Lengkap dari appetizer, main course, dessert, kemudian ada juga makanan-makanan pondokan masakan Indonesia seperti Nasi Lengko, gado-gado, nasi kuning, gorengan, dll. Menunya juga berbeda setiap harinya, jadi buat yang nginep berhari-hari disini ga bosen dengan pilihan makanannya. Enak-enak semuaaaaa. Kopinya juga ternyata enak banget! Sayangnya aku ga sempat dokumentasi makanannya karena sibuk menyuapi makan si bayik >.<








    Lokasi Gaia Cosmo hotel ini juga strategis di pusat kota Jogja, dan jarak dengan bandara Adisutjipto cukup dekat, sekitar 15-20 menit saja. Apalagi jalanan di Jogja juga jarang macet, jadi ga perlu takut terlambat naik pesawat hihihi. Di sebelah kiri kanan juga ada beberapa tempat makan lainnya. Dan ternyata cukup dekat dengan wisata kuliner yang terkenal di kota Jogja, seperti Gudeg Yu Djum, Es Krim Rujak Pak Nardi, House of Raminten, dll.

    Oh ya, buat yang suka jalan-jalan dengan sepeda sambil menikmati kota Jogja, disini juga disediakan peminjaman sepeda lho!

    Harganya relatif standar untuk ukuran Deluxe Room yang aku pesan, sekitar Rp 700ribuan per malam. Dengan fasilitas yang disediakan, makanan yang enak-enak, suasananya yang cozy dan santai, pelayanannya yang ramah, lokasi yang strategis, menurutku Gaia Cosmo Hotel ini very recommended! Apalagi untuk yang sedang berlibur bareng keluarga, pewe banget deh.

    Sekian review hotel tempat aku menginap kemarin. Kalo ada rejeki mudah-mudahan bisa kembali ke hotel ini bareng keluarga besar. Amin! Dan ini adalah pertama kalinya aku membawa bayi keluar kota naik pesawat. Fiuh untunglah berjalan lancar! Soon aku akan sharing bagaimana pengalaman aku dan beberapa tips traveling dengan bayi 7 bulan ini dengan naik pesawat ya.

    Thank you for reading!

    Xoxo,


    Continue Reading

    Hunting dan cobain tempat makan baru sering aku dan suami lakukan ketika menjelang weekend. Ya ga setiap weekend dan selalu restoran sih, tapi kita suka mencoba tempat baru yang belum pernah kami datangi. Long weekend kemarin kami mencoba satu tempat makan baru di sekitaran BSD, ga jauh dari tempat tinggal kami. 

    Continue Reading

    Kalo kata orang-orang, lagi hamil di trisemester kedua tuh lagi enak-enaknya buat jalan-jalan, karena biasanya sih kondisi sudah mulai stabil daripada fase trisemester pertama dan ketiga. Tapi balik lagi ke kondisi masing-masing orang ya, karena bisa berbeda. 

    Tujuannya juga lebih ke refreshing sejenak dengan suasana baru sesaat sebelum persiapan kelahiran sang buah hati. Karena setelah lahiran, mungkin kita perlu menunggu beberapa lama untuk travelling lagi karena tenaga kita lagi fokus mengurus baby, sampai baby sudah siap untuk diajak jalan-jalan. Aku pikir ada benarnya juga.

    Continue Reading

    Entah ada magnet apa dengan ibukota di Australia ini, selalu bikin kangen dan pengen balik kesana. Pas ada acara kantor kemarin di Perth, aku hanya kepikiran untuk extend ke Melbourne aja, bener-bener uda kangen. Meskipun aku ga pernah jadi citizen disana dan hanya pernah liburan selama 1 minggu, rasanya pengen balik terus. 

    Continue Reading

    Liburan kali ini sebetulnya di luar rencana kami, karena kami masih fokus ke pindahan rumah. Tahu kan kalo pindahan rumah itu butuh tenaga dan uang yang lumayan, apalagi buat isi perabotan rumah. Jadi segala pengeluaran lebih prioritas ke perabotan rumah dulu. Ditambah dengan deadline kerjaan suami yang lagi ga bisa ditinggal.

    Ga disangka di bulan Januari kemarin, aku diumumkan mendapat kesempatan untuk pergi ke Perth dan seluruhnya ditanggung oleh kantor!

    Continue Reading

    Yang namanya mau liburan tuh rasanya excited banget ya, bisa-bisa sampe ga konsen untuk kerja dan cepet-cepet pengen hari H liburan. Ga kerasa banget setelah 2 bulan persiapan, mulai dari pembuatan visa, meeting untuk menyusun itinerary, hingga akhirnya packing, this is it! Three girls were going to adventure Seoul!
    Continue Reading

    Masih terngiang-ngiang di kepala sewaktu aku menulis resolusi tahun 2016 yang aku buat awal tahun 2016, salah satunya adalah ingin menantang diri sendiri dengan ketakutan, dengan cara melakukan solo traveler. Bisa dibilang resolusi ini 'nyaris' tercapai. Sepertinya suami ga tega untuk aku berpergian yang benar-benar sendiri. Akhirnya Stephen memperbolehkan aku pergi tapi dengan catatan ada teman, "ya kalo mau girl's time aja". Kemudian saya pikir-pikir lagi, ya kapan lagi berpetualang dengan cewe semua? Pasti juga seru dan menyenangkan. Biasanya kalo traveling yang jauh, aku lebih memilih untuk balance ada cewe dan cowo, jadi kalo ada apa-apa merasa aman, ada yang jagain. 

    Continue Reading

    Sering ga sih alami kalo sesuatu yang dadakan tuh baru bisa kejadian? Sedangkan yang sudah direncanain dari jauh-jauh hari, malah ga kesampean. Untuk urusan janjian hang out, reuni, atau bahkan jalan-jalan, sering banget kan kaya begitu? Aku pun juga sering merasakan hal yang sama. Di saat teman-teman kantorku dadakan ngajak jalan-jalan ke Monas, aku ga pake berpikir panjang, "WHY NOT?!". Toh juga sudah mainstream sekali untuk ke mal dan cafe.

    Continue Reading

    Hola!

    Gimana nih dengan libur panjang lebaran kalian? Kena macetkah? Atau malah bisa guling-gulingan jungkir balik di depan bunderan HI? Hihihi...

    Setiap libur lebaran memang aku ga pernah merasakan arus mudik dan arus balik, karena emang aku ga tahan dengan macetnya, jadi ini suatu yang langka untuk bisa menikmati lengangnya Jakarta yang bebas macet. Tapi ternyata engga pada mall. Membludak! hahaha...

    Kebetulan aku dan suami bukan tipe yang suka nge-mall, kecuali kalo lagi ada perlu, misal mencari kebutuhan rumah tangga, belanja, nonton atau sekedar mencari makan ketika lagi bosan dengan makanan rumahan. Kita lebih tertarik dengan outdoor activity, ke taman, berenang, olahraga, nongkrong di coffee shop atau mencoba tempat makan baru yang tempatnya ga selalu di mall. 

    Continue Reading

    "Honeymoon terus nih berdua..."
    "enak ya.. jalan-jalan terus."

    Ya, banyak yang bilang begitu ke aku dan suami. 

    Well, ada enaknya, ada ga enaknya, secara untuk jalan-jalan kita harus effort terlebih dahulu untuk nabung, mencari timing yang tepat supaya bisa diatur cashflow dan bisa booking cuti, yang pastinya ga over budget. 

    Continue Reading
    Setiap menjelang weekend, aku dan suami suka searching ke tempat-tempat nongkrong untuk sekedar ngopi, lunch atau dinner date sekalian quality time. Apalagi sekarang tempat nongkrong sudah makin merajalela tersebar di berbagai wilayah, bahkan ga kalah lho desainnya sama luar negeri. 

    Selain senang mencari makanan dan minuman yang enak, aku juga suka melihat ke tempat baru karena suasananya yang unik dan menarik untuk didatangi. Karena foto makanan sudah terlalu mainstream, aku berpikir kenapa ga aku sharing aja soal ambience juga? 

    Continue Reading
    Ketika ada hari libur di hari kejepit dengan jeda 3 hari, aku dan suami biasanya searching untuk liburan untuk melepaskan penat sejenak dari kerjaan kantor dan macetnya Jakarta. Kami pun biasanya memilih yang ga jauh dari Jakarta. Maklum kalo liburan dengan media pesawat, selain membutuhkan potongan cuti lagi agar bisa liburan lebih lama, membutuhkan budget yang lebih juga sehingga kita perlu menyusun financial planning jauh-jauh hari. Sedangkan kalo naik kereta bisa memakan perjalanan dengan waktu yang cukup lama sehingga bisa lebih cepat terasa letih. That’s why kita cari yang ga ada di Jakarta tapi ga terlalu jauh, dan yang pasti tetap menyenangkan (apalagi berpetualang berdua). Kalo kata orang-orang, “mumpung belum punya anak, jadi belum terasa rempong.” Nah kalo untuk liburan dengan jeda 3-4 hari, Bandung selalu menjadi kota yang paling favorit untuk kami berdua, selain ke Bogor atau ke daerah Serpong, Tangerang.

    Bandung memang ga ada pernah ada matinya kalo soal kreativitas. Setiap kali ke Bandung, pasti ada aja tempat baru yang kita datangi, mulai dari café, resto, tempat wisata, dll. Kali ini kita ke kota kembang bukan pada waktu long weekend. Ya secara Bandung pasti menjadi favorit semua orang ya pas long weekend, alhasil bisa bermacet-macet ria disana. So, kita memilih cuti di hari Jumat hingga Minggu kita kembali ke Jakarta supaya ga kena macet parah efek long weekend.

    Tempat nongkrong di Bandung menurut aku harganya lebih terjangkau daripada Jakarta. Ada juga sih yang agak pricy, tapi masih bisa dengan hitungan jari. Lainnya? YES murah! Salah satunya yang nyangkut di hati aku adalah Waroeng Kopi Modjok.




    Continue Reading

    When I was visiting this country, I felt the friendly and warm atmospheres, clear blue sky, so many trees in the garden and Seagle bird. What a good living in here. No big mall. All kids play around the garden without any gadget. Surprisingly, the Japanese, Thailand, Korean and Chinese foods are sooooo damn good!  





    Continue Reading
    Older
    Stories

    About me

    Female/JKT, mantan 'penjaga' perusahaan a.k.a auditor, merangkap pembuat aksesoris wanita, ibu rumah tangga beranak satu, senang sharing soal beauty, wellness, lifestyle, dan kini mamahood.

    Follow Me

    • instagram
    • facebook

    Explore This Blog

    Recent Posts

    Labels

    Creativity Event Homemade Cooking by Susy Lifestyle Make up Motherhood Personal Pregnancy Skin Care Travel

    Blog Archive

    • ▼  2019 (12)
      • ▼  August 2019 (3)
        • Maybelline Total Tempation Mascara
        • Ketika Mereka Meragukanmu
        • Tips Mencegah Bayi Rewel di Pesawat
      • ►  July 2019 (1)
      • ►  June 2019 (2)
      • ►  May 2019 (1)
      • ►  February 2019 (3)
      • ►  January 2019 (2)
    • ►  2018 (19)
      • ►  December 2018 (2)
      • ►  November 2018 (2)
      • ►  October 2018 (2)
      • ►  September 2018 (1)
      • ►  August 2018 (1)
      • ►  May 2018 (2)
      • ►  April 2018 (2)
      • ►  March 2018 (3)
      • ►  February 2018 (3)
      • ►  January 2018 (1)
    • ►  2017 (37)
      • ►  December 2017 (5)
      • ►  November 2017 (2)
      • ►  October 2017 (6)
      • ►  September 2017 (6)
      • ►  August 2017 (3)
      • ►  July 2017 (3)
      • ►  May 2017 (2)
      • ►  March 2017 (2)
      • ►  February 2017 (4)
      • ►  January 2017 (4)
    • ►  2016 (49)
      • ►  December 2016 (4)
      • ►  November 2016 (3)
      • ►  October 2016 (2)
      • ►  September 2016 (2)
      • ►  August 2016 (3)
      • ►  July 2016 (3)
      • ►  June 2016 (8)
      • ►  May 2016 (6)
      • ►  April 2016 (5)
      • ►  March 2016 (6)
      • ►  February 2016 (3)
      • ►  January 2016 (4)
    • ►  2015 (8)
      • ►  December 2015 (3)
      • ►  November 2015 (5)

    Total Pageviews

    Created with by BeautyTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates

    Back to top