#ChitChat : Thirty, It's time for...

3:13 PM



Thirty?

Baru naik 2 lantai aja uda mulai berasa tua, berasa napas uda engap dan berat.

Time flies...

Di dunia ini memang penuh dengan ketidakpastian, terkecuali perubahan. Kehidupan kita yang sekarang pasti beda dengan yang minggu lalu, bulan lalu, tiga tahun lalu, masa kecil, dst. Perubahan pasti akan terjadi di semua orang, baik fisik maupun psikis, karena itu kita harus siap dengan perubahan. Tapi yang terpenting, enjoy the journey, enjoy the present life. Setiap peristiwa pasti bikin kita belajar untuk makin dewasa, makin mengenal diri sendiri, dan makin lebih bersyukur :)








Hari ini, syukur ga terhingga aku masih bisa menginjakkan kaki di usia kepala 3. Mungkin aku beda sama 0rang-orang yang biasanya menutupi angka lilin di kuenya, aku malah ya harus berlapang dada kalo aku uda kepala 3 hahaha... Ga bisa dihindari, banyak perubahan yang aku rasakan saat memasuki kepala 3. Banyak hal-hal yang aku renungkan untuk menghadapi perubahan usia.


Anti Aging
Keriput sih uda mutlak terjadi, tapi boleh kan untuk pencegahan biar ga terlihat makin tua? Hihihi... Selain menggunakan krim anti aging yang biasanya harganya selangit dan di klaim bisa menghilangkan keriput, sebenarnya banyak cara yang bisa kita lakukan sebagai 'anti aging' yang membuat kita 'looks young'. Happy and laugh, get some exercise, have a great conversation with any age, do some hobbies, justru merupakan cara 'anti aging' yang murah meriah dan ampuh lho. Aku sering sekali melihat orang lansia yang justru mereka masih kuat jalan jauh, masih bisa main badminton, masih bisa memasukkan benang ke jarum dengan lancar. Aku sempat bertanya kepada beberapa orang lansia tersebut, "apa rahasianya?". Ya itu tadi semua. Anti aging itu ga selalu dengan krim mahal, tapi juga berasal dari hati dan pikiran yang selalu senang dan bersyukur, apapun situasinya. Dari situ aku belajar, semua bersumber dari pola pikir. Tapi tetep, abis ini aku bakal berburu krim anti aging sebagai rutinitas skin care aku hihihi...


Aware with Healthy Choice
Seperti di awal yang aku bilang, naik tangga 2 lantai aja pengap rasanya. Beda dengan dulu yang kuat 4 lantai sambil lari, karena dulu gedung sekolahan ada 4 lantai. Bisa kuat sprint (lari cepat) bolak-balik sepuluh kali, sekarang boro-boro satu kali seperti bengek rasanya hihihi... Itulah yang terjadi. Tapi ya sebenarnya itu bisa kita maintain. Dari remaja aku memang ga pernah asing sama yang namanya olahraga seperti basket, volly dan badminton. Makin hari makin banyak teman dengan kesibukan masing-masing sehingga untuk waktu olahraga permainan sudah jarang dilakukan. Sebelum aku kembali rutin olahraga, badan berasa cape luar biasa, padahal jarak tempuh sewaktu jalan kaki ga begitu jauh. Sekarang sebelum 30, aku sudah bertekad dengan suami aku juga kalo kita harus rajin berolahraga lagi seperti dulu, paling minimal 1x seminggu, bahkan seharusnya 3x seminggu. Bukan untuk kurus saja, tapi memang biar semakin bugar dan organ tubuh kita tetap bekerja dengan baik. Kalo untuk ukuran badan sih memang bisa saja berubah, apalagi kalo nantinya aku bakal punya anak, entah bisa jadi tetap saja atau malah lebih gemuk. Terkadang masih kendala kerjaan kantor dan pulang malam, olahraga kami lakukan di weekend saja. Tapi dengan komitmen yang sederhana ini saja bisa membawa banyak perubahan. Aku jadi kuat lagi untuk lari, naik tangga sudah ga begitu cape lagi dari sebelumnya. Makanan juga sebisa mungkin aku jaga dari yang berbahaya yang bisa menyebabkan kolesterol, dll. Mencoba perbanyak makan sayur dan buah menjadi senjata aku untuk selalu bugar dan fit di rutinitas kantor yang padat. Justru selagi di kepala 3 ini, aku menginvestasikan tubuh aku sendiri untuk berpuluh-puluh tahun kemudian :)

Maintain My Balance
Ada masanya banyak bermain, ada masanya harus serius. Ada masanya punya banyak waktu untuk mencoba yang baru, ada masanya juga dimana terasa kalo waktu itu terbatas. Someday, mungkin saat aku punya anak misalnya, waktu aku terbatas untuk kumpul-kumpul dengan teman, bahkan untuk me timeItu sudah pasti, karena keluarga memang selalu menjadi prioritas utama dan tenaga kita cukup terkonsentrasi saat punya bayi. Mungkin saja untuk travelling ke Bandung bisa jadi ribet dan butuh banyak persiapan, padahal sebelumnya ya kalo mau berangkat, ya let's go! Tapi setelah aku coba membayangkan apa sih yang bikin ribet, sebenarnya karena idealismenya kita sebagai orang tua, bukan? Ada kalanya anak bermain dan belajar tapi ga melulu dengan permainan di dalam rumah. Belajar bahasa, belajar attitude, belajar mandiri, bahkan termasuk hal yang sepele sekalipun, belajar antri! (yang terakhir ini nih yang sekarang langka). Ada kalanya juga anak boleh bermain kotor ria dengan tanah dan lumpur atau hujan-hujanan, ada kalanya juga anak harus main di rumah mungkin karena lagi sakit. Semua ada masanya. Masa dimana awalnya kita fokus terhadap anak, bisa kembali ke 'dunia' kita sebelumnya yang bisa nongkrong dengan sahabat. So, aku ga pernah worry kalo dibilang, "mumpung belom punya anak, puas-puasin dulu travelling". Well, saat travelling pun menurutku tetap bisa membawa anak. Yang berbeda adalah tempat mainannya dan jumlah bayar tiketnya HAHAHA...



Live with Very Best Friends
Percaya ga percaya, jika kita berteman baik dengan sahabat yang sudah terjalin lebih dari 5 tahun, akan selalu menjadi teman baik sampai masa tua. Mungkin ada benarnya, tapi bisa jadi sebaliknya, bahkan bisa menghilang begitu saja. Maintain pertemanan sehat dengan sahabat itu sangat penting, hanya sekedar memberikan update terbaru dari kehidupan kita, bertemu tatap muka dengan menikmati hot coffee, atau apapun yang bisa me-maintain pertemanan. Semakin kita bertambah usia, justru jumlah teman semakin sedikit, karena sudah memikirkan kesibukannya masing-masing. Bersyukurnya sih aku diberi kesempatan untuk memiliki 'teman hidup' (suami-red), tapi kalo pun aku sudah menikah, sebisa mungkin jangan pernah lupakan sahabat dan orang-orang yang pernah ada sewaktu kita susah dan sedih. Jika punya teman baik yang masih berkomunikasi hingga sekarang, aku berusaha menjaga itu, karena pertemanan merupakan harta yang berharga bagi kehidupan. Tanpa mereka, kita ini bukan siapa-siapa dulunya :)







Invest in Pension Fund
Terdengar oldies ya, tapi justru ini sering terlupakan. Sebenarnya investasi untuk masa tua itu pilihan, tapi ya penting adanya. Ga mau kan kalo misalnya ketika kita nanti sudah bukan lagi usia produktif, kita tidak meninggalkan 'sesuatu' untuk keluarga dan keturunan kita. Yang jelas harta ga akan dibawa mati *horor ga sih*, tapi kalo aku merasa aman aja jika aku bisa menitipkan 'sesuatu' untuk orang kesayangan, entah itu nantinya ke anak, saudara kandung, atau siapa pun keluarga yang membutuhkan. Dari umur 25-an aku sudah menyisihkan sebagian hasil kerja aku untuk investasi jangka panjang dalam bentuk asuransi jiwa. Adapun investasi lain seperti dana pensiun yang bisa kita nikmati di hari tua nanti.  Ga ada salahnya jika kita menyisihkan 10-15% gaji kita untuk investasi dana pensiun.

Start your dream? Why not?
Ga akan sia-sia kalo misalnya kita terlambat untuk memulai, yang ada malah rugi banget kalo ga mencobanya sama sekali. Apapun mimpi yang terpendam, yang mungkin ga sempat dijalani karena adanya kendala, inilah saatnya. This is the turning point. Aku pun juga masih banyak impian yang belum dicapai. Bisa dibilang aku pun terlambat untuk mempercayai diri aku sendiri bahwa aku bisa melakukannya. Seriously, telat! Tapi better telat daripada menyesal ga melakukannya sama sekali. Di masa remaja mungkin aku masih ingin ini ingin itu *koq kaya lagu Doraemon ya :p*. Di umur 20an mungkin aku sudah ada keputusan untuk menjalankan sesuatu tapi masih takut dan ga percaya diri. Nah di umur 30 ini, aku sudah bisa memutuskan apa yang ingin aku lakukan ke depan. Apa yang ingin aku lakukan 5 tahun mendatang, itu sudah terbayang di pikiran. Tentunya aku tetap berserah sama Yang Di Atas untuk jalan yang terbaik :)



Jadi ga perlu horor kalo uda kepala 3. Banyak hal baru yang bisa dipelajari. Justru dengan usia kepala 3, kita semakin mantap dan matang untuk mengambil suatu keputusan, karena pola pikir kita sekarang berbeda dengan yang waktu masih usia 20-an, lebih matang dan lebih dewasa untuk mengambil sikap. Ga perlu menunggu usia kepala 3, karena memang kedewasaan setiap orang berbeda-beda. Yang pasti, keep explore, keep doing good attitude, keep happy with young heart, enjoy your maturity. 


First b'day surprise from hubby <3

Smooch my colleagues :*

Happy birthday for myself! :D

Thanks for reading!


Susyana
Heartbeads

PS: Are you shock if i was so thin in the past? :D

You Might Also Like

0 comments