Powered by Blogger.

Heartbeads

    • Creativity
    • Make Up
    • Skin Care
    • Mamahood
    • Travel

    Jogja.

    Selalu ada magnet untuk datang kembali ke kota ini. Rasanya ngangenin banget. Padahal baru hampir 1 tahun lalu aku liburan ke Jogja dalam rangka babymoon, malah sudah kangen dan ingin lagi. Yang tadinya bawa calon bayi di dalem perut, sekarang gendong bayinya langsung :D

    Baca juga: Babymoon : Enjoying Jogja


    Bulan Agustus kemarin selama 4 hari 3 malam aku kembali short escape ke Jogja. Kali ini pengen mencoba tempat penginapan lain. Melirik Gaia Cosmo Hotel yang aku coba googling koq kelihatan menarik dan cozy. Dan benar saja, very cozy!!!





    Dengan konsep yang modern warm, natural tapi minimalis, begitu masuk ke lobby hotel, aku langsung terasa comfort dengan hotel serba warna coklat putih ini. Di bagian depan pintu masuk terdapat mini coffee shop dengan design interior yang menarik dan bersebelahan dengan restoran. yang juga ga kalah menarik. Kemudian aku langsung ke arah resepsionis untuk check in dan disambut oleh bagian resepsionis yang ramah banget.

    Kamar yang kemarin aku pesan adalah tipe Deluxe Room with Balcony. Jadi bisa sambil duduk-duduk diluar sejenak sambil menikmati pemandangan kolam renang. Kamarnya cukup luas untuk kami 2 orang dewasa dan 1 bayi. Desain kamarnya juga simple tapi layout-nya sedikit berbeda dan ga general seperti hotel-hotel standar biasanya. Enak banget deh suasananya. Kolam renangnya memang ga terlalu besar, tapi okelah karena ada kolam renang dewasa dan anak-anak. Dikelilingi tanaman-tanaman hijau yang asri banget buat sekedar duduk-duduk santai, ngopi, ngobrol, sambil foto-foto.

    Tapi kalo soal breakfast yang disajikan, seriously, ga ada yang failed! Lengkap dari appetizer, main course, dessert, kemudian ada juga makanan-makanan pondokan masakan Indonesia seperti Nasi Lengko, gado-gado, nasi kuning, gorengan, dll. Menunya juga berbeda setiap harinya, jadi buat yang nginep berhari-hari disini ga bosen dengan pilihan makanannya. Enak-enak semuaaaaa. Kopinya juga ternyata enak banget! Sayangnya aku ga sempat dokumentasi makanannya karena sibuk menyuapi makan si bayik >.<








    Lokasi Gaia Cosmo hotel ini juga strategis di pusat kota Jogja, dan jarak dengan bandara Adisutjipto cukup dekat, sekitar 15-20 menit saja. Apalagi jalanan di Jogja juga jarang macet, jadi ga perlu takut terlambat naik pesawat hihihi. Di sebelah kiri kanan juga ada beberapa tempat makan lainnya. Dan ternyata cukup dekat dengan wisata kuliner yang terkenal di kota Jogja, seperti Gudeg Yu Djum, Es Krim Rujak Pak Nardi, House of Raminten, dll.

    Oh ya, buat yang suka jalan-jalan dengan sepeda sambil menikmati kota Jogja, disini juga disediakan peminjaman sepeda lho!

    Harganya relatif standar untuk ukuran Deluxe Room yang aku pesan, sekitar Rp 700ribuan per malam. Dengan fasilitas yang disediakan, makanan yang enak-enak, suasananya yang cozy dan santai, pelayanannya yang ramah, lokasi yang strategis, menurutku Gaia Cosmo Hotel ini very recommended! Apalagi untuk yang sedang berlibur bareng keluarga, pewe banget deh.

    Sekian review hotel tempat aku menginap kemarin. Kalo ada rejeki mudah-mudahan bisa kembali ke hotel ini bareng keluarga besar. Amin! Dan ini adalah pertama kalinya aku membawa bayi keluar kota naik pesawat. Fiuh untunglah berjalan lancar! Soon aku akan sharing bagaimana pengalaman aku dan beberapa tips traveling dengan bayi 7 bulan ini dengan naik pesawat ya.

    Thank you for reading!

    Xoxo,


    Continue Reading

    Hallo!

    *Hand bouquet ala ibu rumah tangga, ya begini :D

    Sudah lama sekali aku ga update blog karena kesibukan mengurus anak dan menikmati peran sebagai ibu rumah tangga. Apalagi sejak anak sudah mulai MPASI, berguling-guling dan belajar merangkak, jaganya harus ekstra ketat setiap hari hahaha. 

    Soal MPASI sebagian sudah aku ceritakan sedikit di instagram aku. Fix, Evan lebih doyan dengan cara makan BLW ketimbang spoon-feeding. Perlu beberapa lama untuk mencari tahu pola makan yang Evan senangi. Asupan MPASI tentunya aku cukup selektif dan pastinya memberikan yang terbaik di tumbuh kembangnya Evan. Selektif dalam arti pilih sayuran, buah, daging dan bahan lainnya yang baik, sehat dan tentunya segar. 




    Saat ini kebanyakan aku belanja bahan makanan di tukang sayur langganan dan pasar. Sesekali ke supermarket. Tapi kendala aku adalah aku ga bisa nyetir (oopss ketauan hahaha!). Sedangkan bahan yang dijual di tukang sayur langganan mungkin ga terlalu lengkap. Kemudian aku mulai melirik membeli bahan makanan di Sayurbox.

    First trial, kemarin ini aku mencoba membeli brokoli, pisang, jeruk baby dan edamame di Sayur Box. Semuanya bagus dan ga ada yang mengecewakan! Ukuran brokolinya aja gede banget lho. Dikirim dalam keadaan fresh dan ga ada yang busuk, sesuai dengan gambarnya. Kebanyakan bahan makanan yang dijual juga berasal dari produk lokal.




    Setelah mencoba pesan di Sayurbox, aku superrrrr happy karena bahan makanan yang dijual cukup variatif. Ada sayur, buah, daging, beras, bahan-bahan organik. Happy juga karena pemesanannya sangat amat mudah. Tinggal pesan melalui aplikasi Sayur Box di smartphone kita, pilih-pilih, bayar, lalu duduk manis paket siap diantar esok harinya. Beres! Kualitas sayur dan buahnya juga bagus dan harganya standar koq. Seneng banget deh. Belanja bahan makanan aja uda mudah banget di tengah canggihnya teknologi jaman sekarang ini. Jadi ga perlu macet-macet trus parkir ke supermarket/pasar. Kalo lagi sibuk dan ga punya waktu belanja bahan makanan, beli di Sayurbox ini bisa jadi solusi.

    Bahkan kalo belanja minimal Rp 100.000, free ongkir! Jadi saranku baiknya belanja borongan aja, misalnya beli persediaan makanan untuk seminggu. Daerah pengirimannya baru tersedia khusus di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Semoga nanti bisa semakin luas ya pengirimannya. Amin!

    Thank you Sayurbox! Hidup ibu-ibu milenial seperti kami ini jadi semakin mudah :D

    Thank you for reading!
    Have a nice day :)


    Xoxo,


    Disclaimer :
    This is not a sponsored posts. All products have been purchased by myself. All of my opinions are true and honest based on my own experiences.

    Continue Reading

    Kegiatan menyusui menjadi keseharianku sekarang ini, menyenangkan tapi juga menantang. Menyenangkan karena terjadi satu kali seumur hidup, sambil mengelus kepalanya, menggenggam tangannya, dan melihatnya lahap saat menyedot ASI. Senang dan bahagia bukan main. Menantang karena butuh proses pelekatan dengan usaha, tenaga, keringat, bahkan darah hingga menemukan posisi yang pas. Belum lagi dengan jam menyusui yang disesuaikan dengan keinginan bayi, jadi bisa saja menguras jam istirahat kita. Tapi dibalik itu semua, sangat worth it untuk dijalani kalo melihat tumbuh kembang anak sehat dan kuat. Bahkan saat ini, aku sangat amat menikmati momen menyusui.

    Selain banyak membaca soal laktasi dan mengASIhi sebelum melahirkan, aku juga sudah menyiapkan beberapa 'alat perang' untuk menyusui. Karena aku menyusui secara langsung, perlengkapan yang aku pakai juga ga terlalu banyak, baik dirumah maupun saat berpergian.



    Nursing Cover
    Ini wajib banget sedia di diaper bag, jadi bisa langsung menyusui kapan saja dan dimana saja saat lagi keluar rumah. Jadi tetap bisa menyusui meskipun lagi ga ada nursing room. Yang perlu diperhatikan adalah bahan dari nursing cover yang adem supaya bayi ga kepanasan saat menyusui. Selain itu juga perlu adanya rongga terbuka di area leher kita supaya tetap bisa mengawasinya dari atas dan sirkulasi udara tetap baik. Lebarnya nursing cover juga bisa sesuai kebutuhan dan kemauan, ada yang lebarnya menutupi setengah badan saja, ada juga yang melingkari satu badan, tinggal kita sesuaikan dengan pilihan kita. Kalo aku menggunakan nursing cover dari @cottonseedindonesia. Bahannya lembut, bagian lehernya terbuka dan adjustable, dan mudah sekali dilipat jadi ga makan tempat di diaper bag.

    Nursing Pillow
    Biar tangan kita ga pegal saat menyangga leher bayi, aku menggunakan nursing pillow ketika di rumah. Kalo aku pribadi sebetulnya ga selalu harus nursing pillow, yang penting bantal agak keras untuk menopang siku tangan dan tingginya sesuai dengan kepala bayi. Nursing pillow yang aku pakai beli di baby shop aja. Selain untuk menyusui, terkadang aku menggunakan nursing pillow ini untuk sanderan punggung-leher anak ketika lagi main, jadi posisi sekitar 45 derajat.

    Lap Kecil 
    Terkadang ASI yang disedot bisa sedikit keluar dari mulut bayi, apalagi kalo bayi sudah tidur lelap dan ada tetesan ASI yang keluar dari mulutnya. Lap kecil ini membantu untuk membersihkan area mulut dan leher bayi selesai menyusui supaya ga lengket.

    Tissue Basah/Hand Sanitizer
    Penting sekali untuk membersihkan tangan kita terlebih dahulu sebelum mulai menyusui. Kalo sedang di rumah pastinya aku mencuci tangan dengan sabun dan air. Tapi kalo sedang berpergian dan tidak ada sabun, biasanya aku menggunakan tisu basah atau hand sanitizer untuk membersihkan tangan. Karena sebelum bayi menyedot, aku biasanya menekan areola dengan lembut untuk mengeluarkan tetesan ASI sedikit. Tisu basah juga aku gunakan untuk membersihkan baju dan area lainnya kalo misalnya Evan sampai gumoh.

    Bra Menyusui
    Bra menyusui sudah aku pakai saat hamil, karena ukuran payudara semakin membesar dan sudah ga terlalu nyaman kalo menggunakan kawat. Daripada membeli bra dengan cup lebih besar, aku memilih untuk membeli bra menyusui, jadi bisa dipakai sekalian setelah melahirkan. Untuk sehari-hari biasanya aku menggunakan bra menyusui dengan bahan kain yang lembut, ada juga dari Sorex dengan bahan spandex yang lentur. Sekarang ini aku lagi melirik bra dari Uniqlo nih. Meskipun bukan bra menyusui, tapi kata temanku bahannya sangat lentur dan awet. Sungguh racun @meltandun :p Soon aku akan review tersendiri ya kalo sudah membelinya.



    Baju Menyusui
    Syukurlah sekarang ini banyak yang menjual baju menyusui dengan 'selisipan' yang mudah di area payudara. Tinggal geser sedikit kainnya, buka kancing bra dan bayi langsung bisa menyedot, tanpa perlu membuka/menutup kancing atau menaikkan baju. Tapi ini balik lagi ke pilihan ya. Kalo aku sih masih memilih menggunakan baju yang agak gombrong dan membuka dari bawah, karena area bawah masih tertutup dengan tubuh bayi dan area atas masih tetap tertutup, dibanding dengan menggunakan kancing. Baju menyusui yang aku beli juga hanya beberapa dan modelnya untuk semi formal dan formal sesuai kebutuhan. Yang pernah aku beli bisa dilihat di @maternel.nursingwear dan @momstobeshop. Harganya sesuai dengan modelnya yang bagus-bagus dan bahannya juga oke.



    Breast Pump
    Breast pump yang aku pakai hanya Medela Harmony yang bekerja secara manual. Sebetulnya aku juga dipinjamkan Medela Swing electric dari temanku, tapi entah kenapa aku lebih suka yang manual, sedotannya lebih mantap dan tidak perlu khawatir kalau terjadi mati lampu. Selain itu ga khawatir juga kalo tiba-tiba yang elektrik bisa rusak mendadak, namanya barang elektronik bisa saja suka hang hahaha.

    Notes :
    Mungkin ada yang bertanya, sudah menyusui secara langsung tapi kenapa harus dipompa lagi? Ini balik lagi ke kondisi ibu masing-masing, kebetulan di hari ke 3 setelah melahirkan, payudara aku membengkak karena produksi ASI bertambah, plus aliran di aerola masih kecil, jadi dirasa agak tersumbat dan sakit. Karena kebutuhan ASI untuk bayi yang baru melahirkan sedikit, sedangkan produksi ASI (kebetulan) melimpah, alhasil saya pompa sebagian, kalo tidak, bisa bengkak banget dan aliran ASI jadi tersumbat. Sebisa mungkin selalu disedot oleh bayi, tapi mungkin ada situasi jam tidur bayi sangat panjang, sedangkan ASI produksi terus, sebaiknya dikeluarkan sebagian. Kalau dibiarkan, amit-amit bisa mastitis. Jadi disesuaikan dengan kondisi masing-masing saja ya, ga wajib dipompa koq di awal-awal ;)


    Plastik/Botol Kaca ASI
    Plastik ASI yang aku pakai dari Gabag. Ukuran yang aku pakai juga tidak terlalu banyak, hanya 120 ml. ASI yang aku isi dari hasil pumping juga aku batasi maksimal 100ml saja setiap kantong, karena kalo misalnya nanti ASIP yang akan diminum belum tentu akan habis terpakai lebih dari 100ml. Jadi kalo hasil pumping bisa menghasilkan 120ml misalnya, aku pisahkan ke 2 plastik. Sedangkan botol kaca yang aku gunakan dari brand BKA.

    Sterilizer

    Sterilizer yang aku gunakan dari brand Panasonic. Ya karena kado, jadi aku ga membeli lagi UV sterilizer yang sekarang banyak dijual di pasaran. Bentuknya memang jauh lebih besar, dan minusnya makan listrik cukup banyak, bisa sampai 250 watt.




    Milk Containers
    Ini sebetulnya pilihan, dan aku pakai kalau aku lagi menyusui atau pumping di satu payudara, sedangkan sebelahnya aku tampung pakai milk container ini. Karena jika payudara sebelah sedang disedot, bisa saja sebelahnya bisa juga keluar ASI karena terjadi LDR (Let Down Reflex). Jadi ASI yang keluar ga terbuang sia-sia.

    Breast Pads
    Kalo ini aku pakai saat berpergian saja, ga setiap hari. Gunanya supaya baju ga rembes kalo sedang terjadi LDR. Breast pad yang aku pakai dari brand Pigeon.

    Freezer
    Untuk freezer tempat menyimpan ASIP aku memilih sewa di JC Freezer. Menurutku lebih praktis sewa karena pemakaiannya bukan untuk jangka panjang dan tidak ambil pusing kalo misalnya freezer sudah tidak terpakai lalu dijual kembali.

    Read more : My Breastfeeding Story

    Ice Gel dan Cooler Bag (jika bepergian jauh)
    Kalo ini sih dari kado juga hihihi. Cooler bag yang aku gunakan juga standar, bentuk kotak biasa. Jarang sekali aku pakai karena metode menyusui yang aku lakukan adalah direct. Ini aku pakai kalo sedang berpergian keluar kota saja untuk menampung ASIP secara sementara.

    Selesai menyusui :
    Minum air putih
    Selalu ada dimana pun aku berada. Rasa haus selalu melanda setelah selesai menyusui karena sebagian cairan tubuh kita juga diserap oleh bayi.

    Sedia cemilan
    Selain rasa haus, suka muncul rasa lapar. Maklum karena zat yang kita makan juga disedot oleh bayi. Jadi solusinya aku siapkan cemilan. Bahkan sering juga makan dalam porsi besar. Di saat inilah kita makan banyak tanpa rasa bersalah hahahaha!




    Perawatan Payudara :
    Nipple Cream
    Untuk melembabkan area areola aku menggunakan nipple cream dari Lansinoh yang bagus dan efek banget di aku. Walaupun harganya cukup pricy (sekitar Rp 200 ribuan), tapi pemakaiannya hanya secuil dan cukup untuk dioles ke areola.

    Minyak Kelapa
    Setiap hari aku selalu melakukan massage di area payudara. Ini penting sekali untuk membantu melancarkan aliran susu dan mencegah pembekuan ASI yang kental. Sebelum massage, aku juga melakukan kompres air hangat untuk membuka aliran.

    Soal brand yang digunakan, cara menyusui, pakai ini pakai itu, semua balik lagi ke masing-masing, karena tiap orang mungkin punya cara yang berbeda. Kebetulan metode menyusui yang aku jalani dengan cara direct karena saat ini kegiatanku adalah ibu rumah tangga, jadi punya waktu yang fleksibel untuk menyusui langsung. Semoga bisa membantu para calon ibu untuk mempersiapkan kebutuhan menyusui, terutama kalau yang ingin dengan cara direct. Semangat mom!

    Thank you for reading.
    Have a good day ;)


    Xoxo,



    Continue Reading

    Biarpun membuka bisnis kecil-kecilan di rumah, konsisten perlu dilakukan supaya terus berjalan. Layaknya seperti karyawan kantoran yang mendapat jatah cuti melahirkan selama 3 bulan, aku juga sudah memulai kembali di dunia crafting, terutama membuat aksesoris. Mudah-mudahan Heartbeads terus ada dan terus berjalan, jadi aku pribadi juga harus konsisten. Karena tantangan dari menjalani passion bukan hanya sekedar melakukan sesuatu yang disenangi, tapi bagaimana mempertahankannya, jadi akan ada banyak kisah nantinya.




    Rasanya senang sekali awal April kemarin bisa kembali duduk di meja kerja sambil mengutak-atik manik-manik, berpikir dan mencari ide desain, dan tangan ga jauh-jauh dari tang, gunting dan penggaris sebagai tools. Prioritas utama tetap menjaga dan membesarkan bayi, makanya durasi pembuatan produk juga aku buat agak lama, yang tadinya 1-2 hari beres mungkin sekarang customer perlu bersabar menunggu selama semingguan, karena perlu mencuri waktu pas bayi lagi tidur untuk membuat dan mengambil foto. Kalau packing sih bisa minta bantuan ART hahaha. Tertantang banget untuk bisa balance menjalani 2 hal ini, tapi tetap menyenangkan ;)

    Ready stock bisa dilihat di instagram @susyana_heartbeads, monggo dilihat-lihat ya :D
    Atau simply bisa langsung chat di line : susyana.

    Thank you!
    Have a good day :)


    Continue Reading

    Kalo aku pribadi, rasanya seneng banget bisa menghabiskan skin care atau make-up sampai kosong. Sayang banget kan kalo kita sampai membuangnya, padahal isinya masih banyak. Entah karena kitanya males atau bahkan kelupaan pakai. Bisa menghabiskan sampai kosong tuh rasanya duh happy deh. Di bulan Maret-April kemarin beberapa produk yang aku pakai akhirnya ada yang habis, dan mostly favorit aku.


    Sukin Super Greens Nutrient Rich Facial Moisturizer (125 ml)
    Aku pakai moisturizer ini sejak hamil. Fungsinya lebih ke antioksidan dan mencegah penuaan dini karena mengandung ekstrak Kale, Spirulina, Acai dan Goji Berry. Teksturnya cukup thick dan perlu menunggu beberapa detik untuk meresap ke kulit, tapi aku berasa tetap 'enteng' dan ga lengket di kulit. Kondisi kulitku yang berubah-ubah sewaktu hamil ga gitu ada masalah saat menggunakan Sukin Super Greens ini. Hanya saja waktu di awal kehamilan sempat merasa kulitku kering banget, aku mengaplikasikannya agak banyak. Overall, aku suka banget moisturizer ini. Repurchase? Maybe yes, maybe no, karena sekarang kulitku malah lagi sensitif dan banyak jerawat di area rahang. Jadi saat ini aku menggunakan moisturizer dari Sukin juga, tapi varian untuk kulit sensitif.

    Read more : My Skin Care Routine on Pregnancy

    Avene Sun Protection SPF 50+ Emulsion
    Ini favorit sunscreen aku! Mungkin ini sudah botol ketiga. Cocok di kulitku yang kombinasi cenderung berminyak dan juga akhir-akhir ini gampang sensitif. Sayangnya saat ini Avene Sunscreen Emulsion ini cukup sulit ditemukan karena sold out. Kalo ketemu, pasti aku repurchase lagi hahaha... Sekarang ini aku pakai Biore  UV Aqua Watery Essence yang aku juga pernah pakai sebelumnya. Meskipun tekstur Biore sangat sangat sangat ringan daripada Avene, entah kenapa untuk Biore ini kurang gitu cocok di kulitku karena komedo aku makin banyak. Tapi karena formula baru, ya aku pikir coba lagi aja selagi menunggu ketemu Avene Emulsion lagi. Syukurlah kali ini aman, ga komedoan parah waktu pertama kali menggunakan Biore ini.

    Read more : Avene Sun Protection SPF 50+ Emulsion



    Avene Gentle Toning Lotion
    Toner ini aku beli di UK, nitip sama temenku hihihi. Lagi-lagi karena Avene Gentle Toner yang biasa aku pakai malah kosong dimana-dimana. Jadi buat gantinya, aku mencoba toner ini. Sedikit berbeda dari varian Gentle Toner, untuk Gentle Toning Lotion ini ada kandungan fragrance. Jadi buat kulitmu yang super sensitif dengan fragrance, baiknya hindari toner ini. Kalo di kulitku biarpun kadang suka sensitif, ga ada masalah. Toner ini juga cukup melembabkan kulitku dan berasa fresh setelah aku aplikasikan sehabis mandi. Bahkan kalo aku baca lagi, toner ini bisa menghapus make-up. Setelah kucoba, untuk make-up yang waterproof seperti maskara dan lipstik matte ga bisa terhapus bersih. Baiknya tetap pakai make-up remover. Repurchase? Maybe no, karena belum tersedia di Indonesia, jadi harganya cukup pricy kalo menggunakan jastip.


    Wangsa Jelita Almond Oil
    Mungkin sudah 2 tahun aku suka sekali menggunakan body oil untuk melembabkan kulitku, bahkan untuk mencegah stretchmark sewaktu hamil. Salah satu body oil favoritku dari Wangsa Jelita. Teksturnya ringan dan lumayan cepat meresap. Kebetulan aku punya mini size yang aku dapat dari hadiah suatu event, dan aku super suka! Praktis untuk dibawa kemana-mana, pas kulit lagi kering, tinggal cus semprot dan oles aja, langsung berasa lembab kembali. Repurchase? Absolutely YES


    The Body Shop Olive Oil Body Scrub
    Seminggu 1-2x aku rutin melakukan scrub di tubuhku untuk mengangkat sel kulit mati. The Body Shop Olive Oil Body Scrub ini bisa dibilang favoritku karena tekstur butiran scrub ga terlalu kecil, tapi halus dan mampu mengangkat kotoran. Sewaktu digosok di badan juga ga sakit dan perih. Wanginya juga bikin rileks, dan abis itu kulitku terasa haluuuussss banget, enak banget deh. Repurchase? Pastinya!


    Sukin Foaming Facial Cleanser
    Cleanser ini aku beli sewaktu hamil di trimester ketiga ketika kondisi kulitku yang awalnya agak kering malah kembali jadi cenderung berminyak. Teksturnya agak mirip dengan varian cleanser untuk kulit sensitif, cairannya bening kental, tidak mengandung parfum dan tidak terlalu banyak busa. Setelah cuci muka pun ga berasa ketarik kering. Cocok banget untuk pembersih wajah aku sehari-hari. Repurchase? Maybe yes, maybe no, tergantung kondisi kulitku kalo memang lagi sensitif, aku biasanya menggunakan varian yang sensitif.

    OGX Shampoo Awapuhi Ginger
    Shampoo ini juga aku mulai pakai sejak hamil karena memasuki trimester kedua, rambutku mulai sedikit rontok dari biasanya. Plus pilihan aku ya mencari shampoo yang aman untuk ibu hamil, jadilah aku memilih OGX ini. Sampai sekarang ini aku juga tetap menggunakan OGX Awapuhi Ginger ini karena sudah cocok. Repurchase? Yap, bahkan aku sudah stok 2 botol lagi di rumah hihihi.

    Read more : OGX Shampoo Awapuhi Ginger dan Biotin & Collagen

    Seneng melihat produk yang berhasil dihabiskan, jadi ga merasa bersalah sewaktu membuangnya hihihi. Dan kebanyakan produk di atas memang cocok dengan kulitku. Oke sekian dulu sharing empties skin care dari aku. 

    **BRB cek produk make-up, masih banyak nih :D**

    Thank you for reading!
    Have a nice day :)

    Xoxo,


    Continue Reading

    Hunting dan cobain tempat makan baru sering aku dan suami lakukan ketika menjelang weekend. Ya ga setiap weekend dan selalu restoran sih, tapi kita suka mencoba tempat baru yang belum pernah kami datangi. Long weekend kemarin kami mencoba satu tempat makan baru di sekitaran BSD, ga jauh dari tempat tinggal kami. 

    Continue Reading
    Newer
    Stories
    Older
    Stories

    About me

    Female/JKT, mantan 'penjaga' perusahaan a.k.a auditor, merangkap pembuat aksesoris wanita, ibu rumah tangga beranak satu, senang sharing soal beauty, wellness, lifestyle, dan kini mamahood.

    Follow Me

    • instagram
    • facebook

    Explore This Blog

    Recent Posts

    Labels

    Creativity Event Homemade Cooking by Susy Lifestyle Make up Motherhood Personal Pregnancy Skin Care Travel

    Blog Archive

    • ▼  2019 (12)
      • ▼  August 2019 (3)
        • Maybelline Total Tempation Mascara
        • Ketika Mereka Meragukanmu
        • Tips Mencegah Bayi Rewel di Pesawat
      • ►  July 2019 (1)
      • ►  June 2019 (2)
      • ►  May 2019 (1)
      • ►  February 2019 (3)
      • ►  January 2019 (2)
    • ►  2018 (19)
      • ►  December 2018 (2)
      • ►  November 2018 (2)
      • ►  October 2018 (2)
      • ►  September 2018 (1)
      • ►  August 2018 (1)
      • ►  May 2018 (2)
      • ►  April 2018 (2)
      • ►  March 2018 (3)
      • ►  February 2018 (3)
      • ►  January 2018 (1)
    • ►  2017 (37)
      • ►  December 2017 (5)
      • ►  November 2017 (2)
      • ►  October 2017 (6)
      • ►  September 2017 (6)
      • ►  August 2017 (3)
      • ►  July 2017 (3)
      • ►  May 2017 (2)
      • ►  March 2017 (2)
      • ►  February 2017 (4)
      • ►  January 2017 (4)
    • ►  2016 (49)
      • ►  December 2016 (4)
      • ►  November 2016 (3)
      • ►  October 2016 (2)
      • ►  September 2016 (2)
      • ►  August 2016 (3)
      • ►  July 2016 (3)
      • ►  June 2016 (8)
      • ►  May 2016 (6)
      • ►  April 2016 (5)
      • ►  March 2016 (6)
      • ►  February 2016 (3)
      • ►  January 2016 (4)
    • ►  2015 (8)
      • ►  December 2015 (3)
      • ►  November 2015 (5)

    Total Pageviews

    Created with by BeautyTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates

    Back to top